Tema LKMM TD XIV kali ini adalah
PRIDE yakni kepanjangan dari Presisten, Responsible, Inisiatif, Dedikatif, dan
Evolusioner. Di sini saya akan menjelaskan tentang proyeksi diri saya terhadap
sifat – sifat dalam kata PRIDE tersebut.
Presiten. Dalam KBBI, presisten berarti keras hati, gigih. Presisten
bisa diartikan pantang menyerah untuk mencapai sesuatu yang ditargetkan.
Berarti presisten berhubungan dengan besarnya keinginan seseorang untuk meraih
apa yang dinginkannya. Presitensi yang tinggi dapat membuat orang lebih
semangat menjalani tugas – tugasnya. Presistensi yang tinggi juga dipengaruhi
oleh niat dan motivasi seseorang dalam menjalankan sesuatu. Seseorang yang
memiliki presistensi yang tinggi, maka juga akan memiliki optimisme yang tinggi
pula.
Sifat presisten dalam diri saya
memang tidak terlalu tinggi. Hal itu dikarnakan saya tidak ingin terlalu
diperbudak oleh keinginan saya. Selain itu, saya juga tidak ingin orang lain
melihat saya sebagai orang yang egois karena sifat presisten saya yang terlalu
tinggi. Dan yang paling saya khawatirkan, jika saya terlalu presisten, maka
saya akan menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan saya.
Tetapi, sifat presisten saya juga saya
munculkan ketika saya sedang menghadapi tugas. Saya selalu mentargetkan kapan
tugas saya harus selesai. Dengan presistensi yang tinggi, saya tidak pernah
mengeluh saat ada tugas – tugas yang banyak. Saya optimis bahwa tugas tersebut
bisa saya selesaikan. Dengan begitu, saya tidak terbebani oleh bayangan tugas
yang sangat banyak. Saya hanya mencoba menyelesaikannya satu per satu sesuai
target. Saya tidak akan berhenti mengerjakan tugas sebelum tugas itu selesai.
Sehingga pada akhirnya semua tugas saya terselesaikan. Tidak peduli seberapa jauh saya telah melangkah, yang penting saya
sudah selangkah lebih jauh dari pada kemarin.
Responsible. Responsible
berarti tanggung jawab. Hal ini berarti kita harus mempertanggung jawabkan segala
tindakan dan ucapan kita. Saat kita berkata, kita harus berani mempertanggun
jawabkan bahwa yang kita katakan tersebut adalah benar dan jika kita telah
berani berjanji, maka kita harus menepatinya.
Sifat tanggung
jawab telah ditanamkan ke dalam diri saya sejak kecil. Orang tua saya
mengajarkan pada diri saya untuk tidak pernah takut mengakui kesalahan dan
jangan pernah lari dari pertanggung jawaban. Seperti contohnya, saat saya
mengotori rumah, maka orang tua saya segera menyuruh saya membersihkannya hingga
bersih seperti sebelum saya mengotorinya. Contonya lagi, saat saya memecahkan
gelas, jangan pernah menyembunyikan pecahan itu agar tidak ketahuan. Tapi
segeralah melapor ke pada orang yang lebih tua. Karena, jika kita tidak
mempertanggung jawabkan perbuatan kita, maka akan timbul masalah – masalah
lain. Dan kita tidak akan pernah bisa tenang.
Selain itu, sifat tanggung jawab saya juga pengaruh dari golongan darah saya, yaitu A. Orang dengan golongan darah A adalah orang yang bertanggung jawab, selalu tepat waktu, dan taat pada peraturan. Oleh karena itu, saya juga terbiasa datang on time. Jika saya berkumpul, saya sering menjadi orang yang datang paling awal. Dan saya juga selalu taat pada peraturan yang ada. Saya yakin bahwa peraturan itu dibuat demi kenyamanan dan keamanan bersama. Dan peraturan itu dibuat agar tidak merusak sistem yang berlaku. Maka, jika saya melanggar peratuan, berarti saya telah secara tidak langsung merusak sistem yang ada. Dengan sifat tanggung jawab yang besar, kita akan melakukan hal yang seharusnya dilakukan. Orang yang bertanggunjawab adalah orang yang disiplin.
Inisiatif. Inisiatif adalah
sifat seseorang untuk memulai sesuatu. Jadi, orang – orang yang mempunyai
inisiatif yang tinggi, adalah orang yang menjadi penggerak dalam suatu
organisasi. Dan biasanya, mereka adalah orang yang tidak pernah menganggur
karena mereka selalu bisa membuat kegiatan yang berguna. Orang yang inisiatif
juga bisa melihat dan memanfaatkan peluang yang ada.
Hal yang tidak
terkoordinasi dan tidak dipersiapkan akan menimbulkan masalah. Dan masalah
membuat diri saya tidak nyaman, saya ingin masalah itu cepat terselesaikan agar
saya tidak punya beban lagi. Oleh karena itu, saya sering berinisiatif memulai
menkoordinasikan dan mempersiapkan sesuatu agar saya tenang. Hal itu dapat
dilihat saat saya memulai mengkoordinasikan angkatan LKMM TD 14 untuk pemilihan
ketua kelas. Sehingga, setelah saya mengkoordinasikkannya, pemilihan ketua
kelas pun dapat berlangsung. Dan saya sudah tidak terbebani lagi oleh proses
pemilihan ketua kelas. Kemungkinan besar, jika saya tidak mengkoordinasi
terlebih dahulu, akan ada teman saya yang lain yang akan memulainya. Tetapi,
kenapa kita ragu untuk memulai kebaikan yang sebenarny bisa kita lakukan?
Sifat inisiatif
muncul ketika seseorang memiliki ide dan mau melaksanakannya. Seperti saat
pembuatan yel untuk angkatan XIV LKMM TD. Saya juga berinisiatif membuat yel
untuk angkatan ini, dan akhirnya yel buatan saya disepakati untuk dipaka. Hal
tersebut merupakan keuntungan karena saya terlah berinisiaif.
Dedikatif. Dedikatif erat
hubungannya dengan pengabdia. Dedikatif juga bisa berarti kesungguhan seseorang
mengerjakan sesuatu. Dedikatif akan muncul jika sesorang mempunyai
responsibelitas dan presistensi yang tinggi, sehingga orang tersebut akan
menemukan passion dalam kegiatan yang ia kerjakan. Jika sesorang mengerjakan
sesuatu dengan dedikasi yang tinggi, maka pekerjaan tersebut bukan menjadi
beban, tetapi menjadi hobi.
Sifat dedikatif
dalam diri saya bisa dilihat dari cara saya mengerjakan tugas. Saya tidak
pernah menganggap tugas sebagai beban. Saya menganggap tugas itu sebagai
kewajiban saya. Dan saya yakin bahwa saya bisa menyelesaikan tugas tersebut.
Saya senang saat mengerjakan tugas, karena saya akan mendapatkan pengalaman dan
ilmu yang baru saat saya melakukannya. Walaupun tidak selesai, paling tidak
saya sudah mendapat wawasan baru. Bukankah pengalaman itu lebih berharga dari
pada emas?
Revolusioner. Revolusioner
adalah sifat yang dimiliki seseorang dimana orang tersebut dapat mempengaruhi
lingkungannya untuk melakukan perubahan. Seseorang yang revolusioner juga
merupakan orang yang peka terhadap perubahan. Dan mereka cenderung menjadi
pendukung bagi perubahan. Dan revolusi akan berakibat fatal jika revolusi tersebut
bersifat memaksa dan tidak memperdulikan faktor yang lain.
Saya bukanlah
orang yang terlalu revolusioner. Karena saya juga beranggapan bahwa sesuatu
yang baru tidak selalu menjadi sesuatu yang lebih baik. Solusi yang baru, juga
tidak selalu solusi yang lebih baik. Dan perubahan yang tiba – tiba akan
menyebabkan variabel –variabel yang sudah stabil menjadi labil. Dan hal itu
menyebabkan ketidak seimbangan. Contohnya adalah Perubahan itu baik jika
dilakukan secara perlahan. Dan efeknya akan lebih bertahan lama dari pada
perubahan yang revolusif.
Tetapi, saya
bukanlah orang yang tidak suka terhadap perubahan. Saya sangat suka terhadap
revolusi ketika revolusi tersebut menciptakan sesuatu yang baru yang bisa
menjadi solusi bagi masalah yang ada bukan menambahkan masalah. Contohnya
adalah penciptaan teknologi baru yang bisa mempermudah pekerjaan seseorang.
Saya juga orang yang cepat menyesuaikan diri dengan perubahaan yang terjadi,
tetapi tanpa pernah menghilangkan nilai – nilai yang sudah ada. Perubahan
itu pasti terjadi, bisa lebih baik atau lebih buruk. Oeleh karena itu, bijaklah
dalam menyikapi perubahan.




